Dalam kisah Ramayana, Rahwana atau Dasamuka merupakan raja yang bijak dengan sepuluh kepala di pundaknya. Meskipun demikian keberhasilan-keberhasilannya telah membunuh kerendahan hatinya dan membunuh sejumlah besar kebajikannya. Karena murkanya, ia membuat kekeliruan yang menyebabkan kerugian yang tak terhingga bagi dirinya dan yang dekat darinya serta yang dicintainya. Kemarahan dapat mengalahkan kebijakan dari Rahwana, yang berakhir pada pertempuran yang menewaskan banyak rakyatnya dan dirinya sendiri. Andaikan Rahwana mau menahan marahnya dan mendatangi Rama untuk mendengar cerita dari sisi Rama, niscaya pertumpahan darah itu tidak akan terjadi. Tetapi Rahwana tidak melakukan hal itu, karena merasa ia merasa lebih sakti, pasukannya lebih kuat dan persenjataannya lebih lengkap, maka ia mengumbar kemarahannya.. Sebaliknya Rama merupakan raja yang mampu menahan amarahnya, meskipun hanya dibantu pasukan kera dengan persejantaan yang terbatas. .
Menurut Promod Batra dalam bukunya Born To Win, menganjurkan untuk belajar dari sebatang korek api yang sederhana. Korek api mempunyai kepala, tidak punya otak. Oleh karena itu setiap gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar. Kita mempunyai kepala, tetapi kita juga punya otak. Kita tidak perlu kebakaran jenggot hanya karena gesekan kecil. Dengan menggunakan otak, kita dapat membantu mengurangi kemarahan dan menjadi bebas stres. Karena untuk setiap 10 menit kemarahan, kita kehilangan 600 detik kebahagiaan. Dari Abu Darda’, “Aku berkata : Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang memasukkan aku ke dalam surga”. Rasulullah bersabda “Jangan marah, kamu akan masuk surga.”
Menurut Promod Batra dalam bukunya Born To Win, menganjurkan untuk belajar dari sebatang korek api yang sederhana. Korek api mempunyai kepala, tidak punya otak. Oleh karena itu setiap gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar. Kita mempunyai kepala, tetapi kita juga punya otak. Kita tidak perlu kebakaran jenggot hanya karena gesekan kecil. Dengan menggunakan otak, kita dapat membantu mengurangi kemarahan dan menjadi bebas stres. Karena untuk setiap 10 menit kemarahan, kita kehilangan 600 detik kebahagiaan. Dari Abu Darda’, “Aku berkata : Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang memasukkan aku ke dalam surga”. Rasulullah bersabda “Jangan marah, kamu akan masuk surga.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar